AGUS HARIMURTI YUDHOYONO : membaca adalah keharusan
AGUS HARIMURTI YUDHOYONO : Membaca adalah sebuah keharusan
Jakarta: Bukan rahasia umum bahwa dengan membaca kita bisa melihat dunia (membaca adalah pintu dunia). Membaca adalah kegiatan orang cerdas dan berwawasan luas di bumi ini.
Maka tak heran jika Agus Yudhoyono (Cagub DKI Jakarta) begitu cerdas karena ia suka membaca. Pendidikan dasarnya sejak 1984 dihabiskan di Bandung dan Timor Timur selama 2,5 tahun, serta Jakarta, sebelum akhirnya ia lanjutkan di Amerika Serikat pada 1990. Kala itu, Agus mengikuti penugasan ayahnya (Susilo Bambang Yudhoyono) sebagai siswa Seskoad di Fort Leavenworth.
Di Amerika Serikat, Agus pernah mendapatkan penghargaan dari sekolahnya dalam bidang akademik. Selepas lulus dari SMPN 5 Bandung, Agus pun masuk SMA Taruna Nusantara Magelang pada tahun 1994.
Penatarama 1, pendiri pleton PKS (Patroli Keamanan Sekolah) serta Ketua OSIS SMA Taruna Nusantara ini lulus dengan predikat terbaik pada tahun 1997 dan meraih medali Garuda Trisakti Tarunatama Emas. Prestasi itu semakin membulatkan tekad Agus untuk mengikuti jejak ayahnya masuk Akademi Militer Magelang.
Aktivitasnya yang menonjol dalam setiap kegiatan taruna dan prestasinya di bidang kepribadian, akademik dan jasmani, dengan meraih penghargaan Tri Sakti Wiratama—pada tingkat I dan II membuat Agus terpilih menjadi Komandan Resimen Korps Taruna Akademi Militer pada tahun 1999.
Pemegang alat bass drum Genderang Seruling Canka Lokananta Akmil ini, akhirnya lulus dengan predikat terbaik dan meraih penghargaan pedang Tri Sakti Wiratama serta medali Adhi Makayasa pada Desember 2000.
Lulus dari Lembah Tidar, ia lulus terbaik Sekolah Dasar Kecabangan Infanteri dan lulus terbaik Kursus Combat Intel pada tahun 2001.
Bagi Agus Yudhoyono membaca buku bukanlah hobi, tapi keharusan. Sebagaimana halnya berolahraga dan memimpin di lapangan. Ungkapan dan prinsipnya : Harus! Harus! Harus membaca!
Karena prinsip yang selalu akan haus ilmu pengetahun, di tahun 2006, ia mengikuti pendidikan master di Bidang Strategic Studies di Institut of Defence and Strategic studies, Nanyang Tecnologi Univercity (NTU), Singapura.
Dan pendidikan suami Annisa Pohan pun terus berlanjut, di tahun 2010, ia mendapatkan gelar Master of Public Administration di John F. Kennedy Scool of Goverment, Universitas Hardvard, Cambridge. Kemudian ia juga menyelesaikan pendidikannya di George Herbert School of Business and Technologi, Webster University, dengan meraih gelar Master of Arts Leadhership.
Peraihan prestasi yang begitu gemilang dari Agus Yudhono sejak masa SMP; gelar master baik di NTU, di Kampus Webster, maupun di kampus Hardvard, serta karier militer cemerlang, semua itu tentunya tak terlepas budaya membaca dari Agus Yudhoyono.
Kini, Agus Yudhoyono telah resmi keluar dari kesatuan militer dengan pangkat terakhir Mayor Infantri Angkatan Darat, sebagai syarat mengikuti Pilkada DKI Jakarta 2017.
Pemegang alat bass drum Genderang Seruling Canka Lokananta Akmil ini, akhirnya lulus dengan predikat terbaik dan meraih penghargaan pedang Tri Sakti Wiratama serta medali Adhi Makayasa pada Desember 2000.
Lulus dari Lembah Tidar, ia lulus terbaik Sekolah Dasar Kecabangan Infanteri dan lulus terbaik Kursus Combat Intel pada tahun 2001.
Bagi Agus Yudhoyono membaca buku bukanlah hobi, tapi keharusan. Sebagaimana halnya berolahraga dan memimpin di lapangan. Ungkapan dan prinsipnya : Harus! Harus! Harus membaca!
Karena prinsip yang selalu akan haus ilmu pengetahun, di tahun 2006, ia mengikuti pendidikan master di Bidang Strategic Studies di Institut of Defence and Strategic studies, Nanyang Tecnologi Univercity (NTU), Singapura.
Dan pendidikan suami Annisa Pohan pun terus berlanjut, di tahun 2010, ia mendapatkan gelar Master of Public Administration di John F. Kennedy Scool of Goverment, Universitas Hardvard, Cambridge. Kemudian ia juga menyelesaikan pendidikannya di George Herbert School of Business and Technologi, Webster University, dengan meraih gelar Master of Arts Leadhership.
Peraihan prestasi yang begitu gemilang dari Agus Yudhono sejak masa SMP; gelar master baik di NTU, di Kampus Webster, maupun di kampus Hardvard, serta karier militer cemerlang, semua itu tentunya tak terlepas budaya membaca dari Agus Yudhoyono.
Kini, Agus Yudhoyono telah resmi keluar dari kesatuan militer dengan pangkat terakhir Mayor Infantri Angkatan Darat, sebagai syarat mengikuti Pilkada DKI Jakarta 2017.
http://www.demokrat.or.id/2016/09/agus-yudhoyono-membaca-adalah-keharusan/


Komentar
Posting Komentar